Kamis, 27 Oktober 2011

Cymbidium finlaysonianum














Anggrek ini pertama kali berbunga di halaman belakang rumahku, kurang lebih 5 bulan setelah kubawa pulang ke rumah. Aku membelinya dari seorang penjual tanaman hias di dekat rumah. Saat itu tanaman ini sedang tidak berbunga, sang penjual pun tak tahu apa nama anggrek ini. Yang dia tahu bunganya sangat unik, berbeda dari anggrek yang biasa ia lihat.

Kurawat tanaman anggrek ini dengan sabar dan penuh harap bahwa suatu saat aku dapat melihat bunganya. Suatu hari, saat aku tengah menyiram anggrek-anggrekku seperti biasa , tiba-tiba saja mataku tertuju pada untaian calon bunga didekat batang tanaman ini, suatu kejutan yang menyenangkan. Untaian itu tertutup daun pakis perak yang tumbuh didekatnya, pantas saja aku tak melihatnya. Semakin hari, tangkai bunga yang menjuntai ini semakin panjang. Saat itulah aku menduga jika tanaman ini adalah Cymbidium finlaysonianum. Dan dugaanku terbukti setelah melihat bunga-bunganya mulai bermekaran.

Berbeda dengan kebanyakan bunga anggrek yang tangkai bunganya berdiri tegak, tangkai bunga Cymbidium finlaysonianum yang tumbuh efifit di sebagian besar wilayah Asia tenggara pada ketinggian 0-1200m dari permukaan laut ini tumbuh menjuntai ke bawah. Tangkai bunganya dapat mencapai panjang 60-150cm. Karena itu, anggrek ini kemudian aku pindah ke tempat yang lebih tinggi agar bunganya leluasa berkembang. Saat berbunga pada awal bulan Oktober 2011 ini ada 11 kuntum bunga yang mekar dari tangkai yang panjangnya lebih dari 1 meter.

Bunganya berwarna kuning keemasan cenderung coklat dengan bibir berwarna merah kecoklatan berpadu dengan putih. Setelah beberapa hari mekar, bibirnya akan menggulung ke luar, sehingga warna merahnya kadang tak tampak jika dilihat dari depan.

Foto : kiri : Dokumentasi pribadi
Kanan: www.orchidspecies.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bagi semua pembaca silakan memberikan komentar atau pertanyaan yang berkaitan dengan blog ini. Terimakasih.