Rabu, 16 Mei 2012

Jendela : Faktor-faktor penting dalam pertumbuhan anggrek (bag.2)

Sahabat anggrek-ist, pada posting bulan April 2012 Anggrek-ist telah membahas topik ini pada bagian 1. Nah, tulisan ini merupakan kelanjutan (bagian 2) dari tulisan tersebut. Dalam memelihara anggrek, faktor penting lain yang perlu mendapatkan perhatian sahabat adalah :
2. Suhu (temperatur)

Setiap jenis anggrek memiliki batas suhu minimum dan maksimum yang dapat ditoleransi. Demikian pula suhu optimum (suhu terbaik) dimana anggrek dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal. Perbedaan  suhu antara siang dan malam pun berpengaruh terhadap pertumbuhan dan pembungaan anggrek. Secara garis besar jenis anggrek dapat dibedakan berdasarkan kebutuhan suhu bagi pertumbuhannya:


a.. Anggrek suhu dingin
Yaitu jenis anggrek yang dapat hidup secara baik pada suhu 15 - 21 C disiang hari dan 10 -13 C di malam hari. Suhu demikian secara umum akan terpenuhi jika daerah tumbuh/dipelihara di daerah yang tinggi (pegunungan) pada ketinggian 2000 - 4000 m dari permukaan laut. Jika suhu tersebut tidak terpenuhi umumnya tanaman anggrek hanya akan bertahan hidup, namun akan sangat sulit untuk dapat berbunga. 
Jenis anggrek suhu dingin ini contohnya adalah dari genus : Miltonia, Masdevalia, Odontoglossum, Dracula, sebagian besar Cymbidium dan lain-lain.

b. Anggrek suhu sedang
Yaitu jenis anggrek yang dapat hidup secara baik pada suhu 21 - 32 C di siang hari dan 10 - 18 C di malam hari. Suhu tersebut umumnya akan terpenuhi jika daerah tumbuh/ pemeliharaan berada di dataran menengah samapai tinggi, yaitu pada ketinggian 750 - 2000 m dari permukaan laut. Beberapa jenis anggrek masih mampu berbunga di daerah yang perbedaan ketinggiannya relatif tidak terlalu jauh (lebihrendah maupun lebih tinggi  sedikit). 
Jenis anggrek pada suhu sedang ini diantaranya adalah dari genus : Cattleya, Phalaenopsis, Brassavola, Epidendrum, Laelia, Paphiopedillum, beberapa Dendrobium,  beberapa Cymbidium dan lain-lain

c. Anggrek suhu panas
Yaitu jenis anggrek yang dapat hidup secara baik pada suhu 26 - 35 C pada siang hari dan 18 - 24 C pada malam hari. Suhu tersebut akan terpenuhi jika daerah tumbuh/pemeliharaan berada di dataran rendah yaitu pada ketinggian 0 - 750 m dari permukaan laut. Contoh anggrek dari suhu panas ini adalah : Dendrobium, Phalaenopsis, Vanda, Arachnis, Renanthera dam lain-lain.


Untuk anggrek hasil persilangan (hybrid) yang berasal dari indukan dengan daerah suhu berbeda, biasanya memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap perbedaan suhu. Anggrek biasanya akan berbunga jika perbedaan suhu siang dan malam cukup tinggi, sekitar 6 - 10 C.

Dengan mengetahui ketinggian daerah tempat tinggal kita, setidaknya kita akan dapat menyesuaikan jenis anggrek yang dapat kita pelihara agar kebutuhan suhunya dapat terpenuhi.

3. Kelembaban

Anggrek membutuhkan kelembaban yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman lain. Kelembaban adalah uap air yang terkandung di udara. Suhu / temperatur menentukan jumlah uap air yang dapat tersimpan di udara.

Tingkat kelembaban diukur berdasarkan kelembaban nisbi (relative humidity) dalam satuan persen yang menunjukkan banyaknya uap air di udara di bandingkan maksimum uap air yag dapat disimpan pada suhu tertentu. Umumnya angrrek memerlukan tingkat kelembaban minimal 60 - 80 %, beberapa jenis yang lain membutuhkan kelembaban yang lebih tiinggi.

 Udara panas menyimpan lebih banyak uap air dibanding udara dingin, sehingga jika suhu naik maka presntasi uap air di udara akan turun.Kalau udara banyak mengandung uap air didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu. Uap air berubah menjadi titik-titik air. Udara yan mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.

Udara harus selalu bergerak di skitar tanaman untuk mencegah bakteri dan cendawan penyebar penyakit terutama jika terjadi kelembaban yang tinggi dan atau suhu dingin. Untuk mengurangi kelembaban udara dapat menggunakan kipas angin. Jika udara panas, menyemprot tanaman pada pagi hari, membasahi lantai atau menngunakan humidifer dapat membantu meningkatkan kelembaban.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bagi semua pembaca silakan memberikan komentar atau pertanyaan yang berkaitan dengan blog ini. Terimakasih.