Rabu, 20 Maret 2013

Jendela : Kebun Raya Bogor (2)

Pintu masuk Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor atau kebun Botani Bogor adalah sebuah Kebun Botani besar yang terletak di kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki sekitar 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, terutama hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogorisense, Museum Zoologi Bogor dan PUSTAKA.


Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari"samida" (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi 1474 - 1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan unutk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih-benih kayu yang langka. Disamping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk pada Kesultanan Banten, hingga Gubernur  yang mendiami istana BogorJendral van der Cappelen mebangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad -18.


Monumen Reinwart
Ide pendirian kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaiu Abner yang menulis surat kepada Gubernur Jendral G.A.G.Ph. van der Cappelen. Dalam surat terungkap keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, tempat pendidikan guru dan koleksi tumbuhan bagi pengenbangan kebun-kebun yang lain. Prof Caspar Georg Karl Reinwardt adalag seorang berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya.Ia tertarik menyelidikiberbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan. Ia memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini disebuah kebun Botani dan merintis pembuatan Herbarium Bogoriense.

Pada 18 mei 1817 Gubernur Jendral G.A.G. van der Cappellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama 's Lands Plantetuin te Buitenzorg yang pelaksananannya dibantu oleh Prof Reinwardt (Jerman) serta James Hooper dan W. Kent (dari kebun Botani Kew yang terlkenal di Inggris). Sekitar 47 hektare tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas samida dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Reinwart menjadi pengarah pertamanya sampai tahun 1822. Pada masa itu diperkirakan sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut.

Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884) dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894)

Setelah kemerdekaan, tahun 1949 "Slands Plantentiun te Buintenzorg" berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam, kemudian menjadi Lembaga Pusat Penelitian Alam (LLPA) dipimpin dan dikelola oleh bangsa Indonesia. Direktur LPPA pertama adalah Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Pada waktu itu LPPA mempunyai 6 anak lembaga,Bibliotheca Bogoriensis,  Herbarium Bogoriensis, Hortus Botanicus Bogoriensis, Treub Laboratorium, Museum Zoologicum Bogoriensis dan Laboratorium Penyelidikan Laut.

Kebun Raya Bogor sepanjang perjalann sejarahnya mempunyai berbagai nama dan julukan seperti : 's Lands Plantentuin, Syokubutzuer (zaman pendudukan Jepang), Botanical Garden of Buitenzorg, Botanical Garden of Indonesia, Kebun Gede dan Kebun Jodoh.

dari berbagai sumber..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bagi semua pembaca silakan memberikan komentar atau pertanyaan yang berkaitan dengan blog ini. Terimakasih.